Tampilkan postingan dengan label Teknik Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Elektronika. Tampilkan semua postingan

Designsoft TINA Design Suite v8.0 - PCB (Industrial version)




Quote:
TINA Design Suite is a powerful yet affordable circuit simulation and PCB design software package for analyzing, designing, and real time testing of analog, digital, VHDL, MCU, and mixed electronic circuits and their PCB layouts. You can also analyze SMPS, RF, communication, and optoelectronic circuits; generate and debug MCU code using the integrated flowchart tool; and test microcontroller applications in a mixed circuit environment. A unique feature of TINA is that you can bring your circuit to life with the optional USB controlled TINALab II hardware, which turns your computer into a powerful, multifunction T&M instrument. Electrical engineers will find TINA an easy to use, high performance tool, while educators will welcome its unique features for the training environment.

What`s New in TINA v8

* Vista style installation and folder scheme
* Behavioral building blocks, nonlinear controlled sources
* Powerful Spice-VHDL co-simulation including MCUs
* Finite State Machine (FSM) editor with VHDL generation
* Flowchart editor and debugger for controlling MCUs (in v8.0 for PIC MCUs only)
* Any number of MCUs in one circuit
* Extended MCU catalog including PIC18, CAN and more
* Execution time measurement and statistics for Transient Analysis
* Hyperlinks can be added to schematics and to the diagram window
* Extended semiconductor catalog
* Application examples from Texas Instruments
* Labview based virtual instruments
* Interface to build LabVIEW based virtual instruments
* Wave (.wav) files can be used as input
* New Open Examples command in file menu to open built in examples
* Autosave. Save your current schematic or PCB design at adjustable time intervals
* Parameter adding possibility to Spice subcircuits
* Detection of components or nodes linked with convergence or irregular circuit problems
* On line update possibility for libraries, program or both
* Post-processing formulas are stored with schematics, editable later
* Live 3D Breadboard (displaying and animating circuits with 3D parts on a virtual 3D breadboard)
* 3D virtual instruments to prepare and document lab experiments
* Integrated electronic design textbook with "live" circuits (optional)
* SMPS design templates from Christophe Basso (optional)


TINA Design Suite v8: (Includes all TINA 8 features plus TINA's advanced PCB designer)

* Creating "flex" PCBs including 3D display
* Creating PCBs of any shape including round edges
* Buried and blind vias
* Extended catalog
* Improved optimizing autorouter
* Distance measuring tool
* Display of complete 3D circuits including parts connected externally to the PCB



PLATFORM: Windows 95/98/NT/2000/XP/Vista
FILES : 119mb
COMPRESS: WinRar
LANGUAGE: English
FIX : Crack


HOmepage :
Code:
http://www.tina.com/


Code:
http://rapidshare.com/files/310333788/Dsgnsft__TnaIndstrl8.0.rar
Password :4shar1ng

Sensor Garis dengan IR (Infra Red)



Gambar diatas menerangkan rangkaian sederhana sensor garis pada robot line follower.. Sebaiknya output sensor di masukkan ke ADC pada sismin IC mikrokontroler untuk lebih mudah dalam pemogramannya.

Minimum Sistem Atmega 8535




Dalam pembuatan sebuah robot, yang namanya sismin (sistem minimum/minimum sistem) sangatlah penting. bahkan kalao bisa rangkaian ini dibuat pertama daripada rangkaian2 lainnya. Dalam gambar merupakan salah satu contoh gambar rangkaian sismin atmega8535.
Untuk melihat datasheet IC dapat mengunjungi : www.alldatasheet.com

Driver Motor IC L293



gambar di atas merupakan contoh rangkaian driver motor dengan ic l293. cara kerja ic dipengaruhi program dari micro dan inputan sensor.
Untuk lebih lengkapnya baca datasheetnya di www.datasheetcatalog.org/datasheet/texasinstruments/l293d.pdf

Bahasa C++ untuk AVR

Pemrograman Bahasa C untuk AVR Bahasa C luas digunakan untuk pemrograman berbagai jenis perangkat, termasuk mikrokontroler. Bahasa ini sudah merupakan high level language, dimana memudahkan programmer menuangkan algoritmanya. Untuk mengetahui dasar bahasa C dapat dipelajari sebagai berikut.

1. Struktur penulisan program
#include < [library1.h] > // Opsional
#include < [library2.h] > // Opsional
#define [nama1] [nilai] ; // Opsional
#define [nama2] [nilai] ; // Opsional
[global variables] // Opsional
[functions] // Opsional
void main(void) // Program Utama
{ [Deklarasi local variable/constant] [Isi Program Utama] }

2. Tipe data
char : 1 byte ( -128 s/d 127 )
unsigned char : 1 byte ( 0 s/d 255 )
int : 2 byte ( -32768 s/d 32767 )
unsigned int : 2 byte ( 0 s/d 65535 )
long : 4 byte ( -2147483648 s/d 2147483647 )
unsigned long : 4 byte ( 0 s/d 4294967295 )
float : bilangan desimal
array : kumpulan data-data yang sama tipenya.

3. Deklarasi variabel & konstanta
Variabel adalah memori penyimpanan data yang nilainya dapat diubah-ubah.
Penulisan : [tipe data] [nama] = [nilai] ;
Konstanta adalah memori penyimpanan data yang nilainya tidak dapat diubah.
Penulisan : const [nama] = [nilai] ;
Tambahan: Global variabel/konstanta yang dapat diakses di seluruh bagian program.
Local variabel/konstanta yang hanya dapat diakses oleh fungsi tempat dideklarasikannya.

4. Statement
Statement adalah setiap operasi dalam pemrograman, harus diakhiri dengan [ ; ] atau [ } ]. Statement tidak akan dieksekusi bila diawali dengan tanda [ // ] untuk satu baris. Lebih dari 1 baris gunakan pasangan [ /* ] dan [ */ ]. Statement yang tidak dieksekusi disebut juga comments / komentar.
Contoh: suhu=adc/255*100; //contoh rumus perhitungan suhu

5. Function Function
adalah bagian program yang dapat dipanggil oleh program utama.
Penulisan : [tipe data hasil] [nama function]([tipe data input 1],[tipe data input 2]) { [statement] ; }

6. Conditional statement dan looping if else
digunakan untuk penyeleksian kondisi
if ( [persyaratan] ) { [statement1]; [statement2]; } else { [statement3]; [statement4]; }
for : digunakan untuk looping dengan jumlah yang sudah diketahui
for ( [nilai awal] ; [persyaratan] ; [operasi nilai] ) { [statement1]; [statement2]; }
while : digunakan untuk looping jika dan salama memenuhi syarat tertentu
while ( [persyaratan] ) { [statement1]; [statement2]; }
do while : digunakan untuk looping jika dan salama memenuhi syarat tertentu, namun min 1 kali
do { [statement1]; [statement2]; } while ( [persyaratan] )
switch case : digunakan untuk seleksi dengan banyak kondisi
switch ( [nama variabel] ) { case [nilai1]: [statement]; break; case [nilai2]: [statement]; break; }

7. Operasi logika dan biner Logika
AND :&&
NOT : !
OR : ||
Biner AND : &
OR : |
XOR : ^
Shift right: >>
Shift left : <<
Komplemen : ~

8. Operasi relasional (perbandingan)
Sama dengan : ==
Tidak sama dengan : !=
Lebih besar : >
Lebih besar sama dengan : >=
Lebih kecil : <
Lebih kecil sama dengan : <=

9. Operasi aritmatika
+ , - , * , / : tambah,kurang,kali,bagi
+= , -= , *= , /= : nilai di sebelah kiri operator di tambah/kurang/kali/bagi dengan nilai di sebelah kanan operator
% : sisa bagi
++ , -- : tambah satu (increment) , kurang satu (decrement)
Contoh :
a = 5 * 6 + 2 / 2 -1 ;
maka nilai a adalah 30 a *= 5 ;
jika nilai awal a adalah 30, maka nilai a = 30x5 = 150. a += 3 ;
jika nilai awal a adalah 30, maka nilai a = 30+5 = 33. a++ ;
jika nilai awal a adalah 5 maka nilai a = a+1 = 6. a-- ;
jika nilai awal a adalah 5 maka nilai a = a-1 = 4.

Resistor

Pada dasarnya semua bahan memiliki sifat resistif namun beberapa bahan seperti tembaga, perak, emas dan bahan metal umumnya memiliki resistansi yang sangat kecil. Bahan-bahan tersebut menghantar arus listrik dengan baik, sehingga dinamakan konduktor. Kebalikan dari bahan yang konduktif, bahan material seperti karet, gelas, karbon memiliki resistansi yang lebih besar menahan aliran elektron dan disebut sebagai insulator. Bagaimana prinsip konduksi, dijelaskan pada artikel tentang semikonduktor.

Resistor KarbonResistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon . Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol W (Omega). Tipe resistor yang umum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Waktu penulis masuk pendaftaran kuliah elektro, ada satu test yang harus dipenuhi yaitu diharuskan tidak buta warna. Belakangan baru diketahui bahwa mahasiswa elektro wajib untuk bisa membaca warna gelang resistor (barangkali).

Tabel - 1 : nilai warna gelang

Tabel nilai warna pada resistorResistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat, merah, emas atau perak. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam. Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau anda telah bisa menentukan mana gelang yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.

Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20% memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2% (toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi). Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya.

Misalnya resistor dengan gelang kuning, violet, merah dan emas. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi. Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah, gelang pertama berwarna kuning, gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna emas dan ini adalah gelang toleransi. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas, berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansisnya dihitung sesuai dengan urutan warnanya. Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua. Masih dari tabel-1 diketahui gelang kuning nilainya = 4 dan gelang violet nilainya = 7. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 47. Gelang ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna gelangnya merah berarti faktor pengalinya adalah 100. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 47 x 100 = 4.7K Ohm dan toleransinya adalah 5%.

Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt. Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut.

Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100W5W.

Selamat mencoba.

Kategori

Membaca dibayar 1$/hari

readbud - get paid to read and rate articles